Viral..!! Teras Kanopi KDKMP di Padang Trucuk yang Ambruk Tuai Sorotan Publik

Bojonegoro  – Peristiwa ambruknya atap teras bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan publik dan rasan rasan di kalangan aktivis maupun masyarakat.

Sorotan tajam soal kualitas konstruksi, tetapi juga memicu kritik keras terkait dugaan upaya pembungkaman informasi.

Insiden yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB itu memperlihatkan kondisi memprihatinkan. Bangunan yang belum sempat diresmikan justru sudah mengalami kerusakan. Rangka kanopi teras yang terbuat dari  baja ringan dengan penutup seng galvalum dilaporkan roboh berserakan, beruntung peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar luas di media sosial dan sejumlah media online. Video runtuhnya bagian teras menjadi bukti nyata lemahnya konstruksi yang dikerjakan. Ironisnya, alih-alih membuka ruang klarifikasi secara transparan, muncul dugaan adanya upaya meredam pemberitaan oleh pihak terkait, yang dalam hal ini dikaitkan dengan Kodim Bojonegoro.

Sikap tersebut justru menuai kritik pedas dari berbagai kalangan. Publik menilai, peristiwa ini seharusnya menjadi bahan evaluasi terbuka, bukan malah ditutup-tutupi. Apalagi proyek yang menyangkut fasilitas publik seperti KDMP semestinya mengedepankan akuntabilitas dan kualitas, bukan sekadar formalitas pembangunan.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, angin di sekitar lokasi memang bertiup cukup kencang. Namun, ia meragukan jika faktor cuaca menjadi penyebab utama.

“Anginnya memang kencang, tapi kalau konstruksinya kuat harusnya tidak sampai roboh. Sepertinya bentangannya terlalu panjang dan penyangganya kurang memadai,” ujarnya.

Lokasi bangunan KDMP yang berada di area terbuka, tepatnya di pinggiran sawah, juga disebut rawan terpaan angin. Namun kondisi tersebut semestinya sudah menjadi pertimbangan dalam perencanaan teknis pembangunan.

Kejadian ini mempertegas dugaan bahwa ada persoalan mendasar dalam kualitas pengerjaan proyek. Tidak sedikit pihak yang menilai, ambruknya kanopi sebelum bangunan difungsikan menjadi indikator lemahnya pengawasan.

Lebih jauh, sorotan publik kini tak hanya berhenti pada aspek teknis. Dugaan adanya upaya membungkam pemberitaan justru dinilai sebagai bentuk kemunduran dalam keterbukaan informasi publik. Kritik pun menguat, meminta pihak terkait, termasuk Kodim Bojonegoro, untuk tidak alergi terhadap kontrol sosial yang dijalankan media.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang komprehensif terkait penyebab pasti ambruknya atap maupun klarifikasi atas dugaan pembatasan informasi tersebut. Publik kini menunggu, apakah pihak terkait berani bersikap terbuka, atau justru memilih terus berada di balik senyapnya informasi.

Perlu diketahui, dengan adanya peristiwa tersebut pihak Kodim/0813 Bojonegoro mengundang awak media untuk jumpa pers guna klarifikasi hal tersebut. Tapi anehnya yang menjadi persoalan kenapa tidak harus diperbaiki tapi kenapa harus adakan jumpa pers. (Red/Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *