Ambruknya Kanopi KDKMP di Trucuk, Dandim/0813: Terkait Insiden Tersebut, Sudah kami Lakukan Perbaikan dan Evaluasi

Bojonegoro – Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, akhirnya angkat bicara terkait insiden ambruknya bagian atap teras bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Jawa Timur.

Dandim menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan sekaligus evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut.

“Terkait insiden tersebut, sudah kami lakukan perbaikan dan evaluasi. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk ke depan,” ujarnya. Jum’at (03/04/2026).

Ia mengakui, dalam pelaksanaan pembangunan KDMP yang menggunakan pola swakelola dengan melibatkan masyarakat, masih terdapat sejumlah keterbatasan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun sumber daya manusia.

“Kami menyadari masih ada keterbatasan, baik dari sisi kualitas maupun SDM. Hal ini akan terus kami evaluasi agar ke depan bisa lebih baik,” jelasnya.

Secara teknis, lanjutnya, pihaknya juga telah melakukan analisis terhadap struktur bangunan, khususnya pada bagian kanopi yang memiliki bentangan cukup panjang.

Meski demikian, Dandim menyebut bahwa secara prinsip pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi. Namun, ia tidak menampik adanya faktor percepatan target penyelesaian yang berpotensi memengaruhi optimalisasi pengawasan di lapangan.

“Karena adanya percepatan target, kemungkinan ada beberapa aspek yang kurang optimal dalam pengawasan. Ini menjadi bahan evaluasi kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program KDKMP merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu, pihaknya berharap program ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik semata.

“KDKMP ini kami harapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, bukan hanya bangunannya saja, tetapi juga operasional dan keberlanjutannya,” katanya.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan maupun kritik terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Kami terbuka terhadap masukan dan kritik yang membangun. Ini penting agar ke depan pelaksanaan program bisa lebih baik,” pungkasnya.

Perlu diketahui, peristiwa terjadi pada Rabu (1/4/2026) itu tidak menimbulkan korban. Namun, ambruknya kanopi bangunan yang belum diresmikan tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait kualitas pengerjaan proyek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *