MMCNEWS.ID | Hari pertama kerja usai libur Idul Fitri tidak dilewatkan dengan santai oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang. Gedung DPRD Jombang langsung memanas dengan agenda krusial, sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Rabu (25/3/2026).
Bukan sekadar formalitas, Bupati Jombang, Warsubi, hadir membawa “kado” berupa sederet angka keberhasilan yang menunjukkan wajah Jombang yang semakin gemilang di sepanjang tahun 2025.
Salah satu sorotan utama adalah melesatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dari angka 75,67 persen di tahun 2024, kini Jombang berhasil nangkring di level 76,37 pada tahun 2025.
“Kenaikan IPM ini adalah bukti nyata bahwa kualitas hidup masyarakat Jombang meningkat. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar kita berjalan di jalur yang benar,” tegas Bupati Warsubi di hadapan forum.
Bupati juga memamerkan data yang cukup mencengangkan terkait pemerataan ekonomi. Gini Ratio Jombang tercatat di angka 0,302. Angka ini jauh lebih baik (lebih rendah) dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 0,369.
Artinya, jurang pemisah antara si kaya dan si miskin di Jombang semakin mengecil.
Tak hanya soal ekonomi, pembangunan fisik dan lingkungan hidup pun mencatatkan rapor hijau:
Infrastruktur Juara: Indeks Pembangunan Infrastruktur (IPI) menyentuh 0,7197, melampaui target yang dipatok pemerintah.
Lingkungan Terjaga: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup terealisasi 58,98 atau mencapai 99,88% dari target.
Payung Hukum Pro-Rakyat: Lahirnya regulasi strategis seperti Perda Penanggulangan Kemiskinan dan program Desa Maju Sejahtera.
Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, menyambut hangat paparan tersebut. Sambil menyisipkan ucapan selamat Idul Fitri, ia menegaskan bahwa legislatif siap terus mengawal visi bupati.
“Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi. Sidang ini bukan sekadar angka, tapi momentum untuk memastikan Jombang semakin sejahtera ke depannya,” pungkas Hadi.
Keberhasilan Jombang menjaga stabilitas ekonomi pasca-pandemi dan libur panjang menjadi sinyal positif bagi investor dan masyarakat. Dengan Gini Ratio yang rendah, Jombang kini menjadi salah satu daerah paling inklusif di Jawa Timur.
Reporter: Adi












