MMCNEWS.ID | Ruas Jalan Raya Mojoagung, tepatnya di Desa Gambiran, mendadak berubah menjadi jalur maut yang mengancam nyawa pengendara pada Jumat (27/3/2026) pagi.
Ceceran oli hitam pekat akibat kecelakaan tunggal semalam menyulap aspal menjadi sangat licin, membuat para pemotor harus bertaruh nyawa saat melintas di jam sibuk keberangkatan kerja.
Menyadari potensi bahaya yang mengintai, tim respons cepat dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Mojoagung langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari Satlantas Polres Jombang.
Tumpahan oli tersebut merupakan residu dari sebuah kendaraan yang terguling pada malam sebelumnya. Meski bangkai kendaraan telah dievakuasi, cairan pelumas yang tumpah ke badan jalan luput dari penanganan awal, hingga baru terdeteksi saat aktivitas warga mulai meningkat di pagi hari.
“Kondisinya sangat membahayakan, terutama bagi roda dua. Jika tidak segera dibersihkan, bisa memicu kecelakaan beruntun karena ini jalur padat,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Satu unit kendaraan operasional Damkar dikerahkan untuk melakukan “sterilisasi” aspal. Petugas dengan sigap menyemprotkan air bertekanan tinggi dan menyikat area yang terdampak guna memastikan lapisan lemak oli benar-benar hilang dari pori-pori jalan.
Selama proses pembersihan berlangsung, personel dari Polsek Mojoagung dan Satlantas Jombang turut berjaga untuk mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat. Warga sekitar pun tampak antusias membantu petugas dengan memberikan informasi titik-titik mana saja yang paling licin.
Aksi heroik ini membuktikan bahwa peran Damkar kini tak lagi sebatas menjinakkan si jago merah. Respons cepat di Jalan Raya Mojoagung ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi publik di situasi darurat apa pun.
Kini, jalur utama tersebut telah dinyatakan bersih dan aman untuk dilalui kembali. Petugas pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa, sekecil apa pun tumpahan zat kimia di jalan, demi keselamatan bersama.
Reporter: Adi












