MMCNEWS.ID | Di Dusun Ngumpul, Desa Jogoroto, mendadak pecah menjadi kepanikan luar biasa pada Sabtu (4/4/2026) siang. Seorang perempuan lansia, Sudarmi (60), ditemukan tak bernyawa di dapur rumahnya sendiri. Ia mengakhiri hidup dengan cara yang tragis, terjerat kain selambu hijaunya sendiri.
Peristiwa yang menyayat hati ini pertama kali terungkap saat sang anak, Lukman Hakim (43), bermaksud menjenguk ibundanya yang tinggal seorang diri. Namun, yang ia temukan bukanlah sambutan hangat, melainkan pemandangan yang akan membekas seumur hidup.
Pertemuan terakhir Lukman dengan sang ibu terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB. Tak ada firasat buruk saat ia berpamitan pulang ke rumahnya di Gudo. Esok paginya, Siti Su’adah (45) tetangganya bahkan masih sempat melihat Sudarmi beraktivitas normal di depan rumah.
Namun, segalanya berubah saat jarum jam menunjukkan pukul 12.45 WIB. Saat Lukman memasuki rumah, kondisi dapur tampak janggal. Di sudut dapur, ia menemukan ibunya dalam posisi berdiri, namun lehernya terjerat kain selambu hijau sepanjang dua meter yang terikat ke atap.
Hasil olah TKP dari Polres Jombang dan tim medis Puskesmas Mayangan mengonfirmasi tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ini murni tindakan nekat di tengah kesendirian.
Meski terpukul, keluarga Sudarmi memilih untuk tidak melakukan autopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai takdir pahit, terlebih mengingat mendiang memang memiliki riwayat penyakit yang cukup lama diderita.
Kapolsek Jogoroto, AKP Mohamad Djulan, S.H., memberikan catatan penting di balik tragedi ini. Ia menegaskan bahwa kesehatan mental, terutama bagi lansia yang tinggal sendiri, adalah hal yang krusial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peka. Jika melihat orang terdekat mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan mental atau kesedihan mendalam, segera dampingi. Jangan biarkan mereka merasa sendirian dalam gelap,” pesan AKP Djulan.
Depresi dan pikiran untuk mengakhiri hidup bisa menyerang siapa saja. Jika Anda atau orang di sekitar Anda sedang mengalami krisis emosional, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau menghubungi layanan kesehatan jiwa terdekat.
Reporter: Adi












