MMCNEWS.ID | Perampokan sadis yang menimpa Lilik Anggraini (61), juragan sembako asal Sumobito, akhirnya terungkap. Polisi berhasil meringkus tiga dari lima pelaku yang tega membacok korban demi uang Rp 10 juta. Namun, perburuan belum usai—dua eksekutor asal Bangkalan kini menjadi buronan paling dicari.
Siapa sangka, otak di balik pemilihan target adalah warga setempat. Pelaku lokal ini berperan sebagai pengintai yang memantau setiap gerak-gerik Lilik. Ia memastikan kapan sang juragan pulang membawa uang hasil dagangan dan di mana titik terlemah untuk melakukan eksekusi.
“Pelaku lokal bertugas menentukan waktu yang aman. Setelah target terkunci, aksi dilakukan bersama komplotannya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, Kamis (2/4/2026).
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu sore (25/2). Saat itu, Lilik dan suaminya baru saja menutup toko di Pasar Sumobito. Tanpa disadari, mereka sudah dibuntuti sejak di pertigaan jalan.
Di sebuah gang sepi, para pelaku memepet motor korban. Tak sekadar merampas tas, para pelaku bertindak brutal dengan mengayunkan celurit.
Saat itu, kondisi Korban mengalami luka bacok serius di tangan kanan, tangan kiri, dan kaki. Warga sempat ingin menolong, namun nyali mereka ciut saat melihat kilatan senjata tajam di tangan para pelaku.
Polisi bergerak cepat berbekal rekaman CCTV berdurasi 37 detik. Meski para pelaku berusaha menutupi identitas dengan helm dan jaket, polisi berhasil mengamankan
Senjata tajam jenis celurit. Dan pakaian yang identik dengan rekaman di TKP. Petunjuk kendaraan yang digunakan (diduga telah dijual untuk menghilangkan jejak).
Uang hasil rampokan sebesar Rp 10 juta ternyata sudah dibagi rata dan habis digunakan. Namun, pelarian mereka tidak akan tenang. AKP Dimas menegaskan bahwa komplotan ini diduga bukan pemain baru. Mereka disinyalir terlibat dalam serangkaian kasus curanmor dan pencurian dengan pemberatan (curat) di lokasi lain.
Jumlah Keterangan yang ditangkap polisi, 3 Orang Termasuk pengintai lokal.
Buron (DPO) 2 Orang Diduga bersembunyi di wilayah Bangkalan, Madura.
Kondisi Korban masih dalam Pemulihan yang dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk penanganan medis intensif.
Polres Jombang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan. Tim buser kini tengah menyisir jejak dua pelaku tersisa hingga ke pelosok Madura.
Reporter: Adi












