MMCNEWS.ID | Nasib nahas menimpa seorang wanita berinisial IE (40). Niat hati ingin bertemu kenalan di sebuah hotel di kawasan Mojoagung, Jombang, warga Gedeg, Mojokerto ini justru menjadi korban perampokan sadis dan penyekapan pada Senin (30/3/2026) sore.
Pertemuan Berujung Petaka
Insiden mencekam ini bermula saat IE membuat janji temu dengan seorang pria berinisial AF (24), warga Plandaan, Jombang, di Hotel Sederhana yang terletak di Jalan Bypass, Dusun Penanggalan. Tak lama setelah korban masuk ke dalam kamar hotel sekitar pukul 17.10 WIB, suasana berubah menjadi petaka.
Tiba-tiba, rekan AF berinisial YR (38) muncul dan merangsek masuk ke dalam kamar. Keadaan seketika berbalik menjadi situasi hidup dan mati bagi korban.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, mengungkapkan bahwa kedua pelaku langsung melancarkan aksi intimidasi. Dengan membawa senjata tajam jenis celurit ditempelkan tepat di leher korban untuk memastikan IE tidak melakukan perlawanan.
“Korban ditodong senjata tajam dan diancam agar tidak melawan. Dalam kondisi tertekan, ia tidak berdaya saat barang-berangnya dikuras,” ujar Kompol Yogas.
Setelah melumpuhkan nyali korban, kedua pelaku dengan beringas mengambil,
Tas berisi dompet dan uang tunai, dokumen-dokumen penting, kunci mobil Honda Brio milik korban.
Tak berhenti di situ, pelaku memastikan pelarian mereka aman dengan mengikat kaki dan tangan korban menggunakan kabel ties sebelum akhirnya meninggalkan lokasi membawa kabur mobil korban.
Setelah para pelaku menghilang, korban berusaha keras melepaskan ikatan hingga akhirnya berhasil berteriak meminta tolong. Teriakan histeris tersebut memecah keheningan hotel dan didengar oleh petugas keamanan.
“Saya mendengar teriakan minta tolong, katanya dirampok. Saat kami dobrak, korban ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki masih terikat,” ungkap Satria Bagas Ardian (24), petugas keamanan hotel yang pertama kali memberikan pertolongan.
Pihak kepolisian dari Polsek Mojoagung kini tengah bergerak cepat memburu AF dan YR yang identitasnya telah dikantongi. Korban yang masih syok telah dievakuasi dan memberikan keterangan resmi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk tetap waspada saat melakukan pertemuan dengan orang yang baru dikenal, terutama di lokasi yang tertutup.
Reporter: Adi












