Religi  

Hangatnya Bukber di Ponpes Gadingmangu, Rangkul Puluhan Yatim dan Dhuafa, Hadirkan Forkopimda Jombang

Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Suasana sore di Pondok Pesantren Gadingmangu, Perak, Jombang tampak berbeda pada Rabu (11/03/2026) sore. Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadhan 1447 H, pelataran pesantren dipenuhi senyum hangat dalam acara Santunan Anak Yatim, Dhuafa, dan Buka Puasa Bersama.

Bukan sekadar seremonial, acara ini menjadi ajang “silaturahmi akbar” yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran Forkopimda, tokoh lintas organisasi (Muhammadiyah dan NU), aparat keamanan, hingga puluhan wartawan.

Mewakili Pimpinan Ponpes KH. Basiya Adi Bandi, Wakil Pimpinan Ponpes H. Dawud bin Haji Moh Ali memberikan pesan yang sangat menyentuh hati para hadirin, terutama bagi anak-anak yatim yang hadir.

“Anak-anakku semua adalah anak yang sangat dicintai Allah. Teruslah menjadi anak yang shalih dan shalihah,” ujar H. Dawud dengan nada lembut.

Beliau menegaskan bahwa santunan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata dari nilai-nilai Islam dalam menjaga dan membimbing generasi muda agar tetap merasa terlindungi dan dicintai.

Acara yang berlangsung khidmat ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Drs. Purwanto, M.KP. (Asisten I ) yang hadir mewakili Bupati, menyebut langkah Ponpes Gadingmangu sebagai inspirasi bagi penguatan ikatan sosial di masyarakat.

KH. Ilham Rohim dari Kementerian Haji dan Umrah Jombang mengingatkan jamaah bahwa menyayangi anak yatim adalah tanggung jawab sosial yang mendatangkan keberkahan luar biasa.

Tausiyah bermakna, Puncak acara ditandai dengan pembagian santunan secara langsung yang disambut rasa syukur mendalam oleh para penerima dan keluarga.

Buka Bersama, Suasana mencair saat bedug maghrib berbunyi. Para pejabat, pimpinan pesantren, dan warga dhuafa duduk sejajar menikmati hidangan berbuka dalam balutan kesederhanaan.

Pihak panitia berharap kegiatan ini terus menjadi agenda rutin tahunan. Harapannya jelas: mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap sesama.

Doa bersama menutup rangkaian acara tersebut, mengiringi harapan agar Jombang tetap menjadi daerah yang harmonis, aman, dan penuh keberkahan di bawah naungan nilai-nilai kemanusiaan.

Reporter: Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *