Religi  

PT SGS Jombang Efisiensi Ratusan Pekerja, Disnaker Jamin THR dan Gaji Tetap Cair Penuh

Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di pabrik plywood raksasa, PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Diwek, akhirnya mendapat kejelasan. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang turun tangan mengklarifikasi situasi panas yang sempat meresahkan ribuan pekerja tersebut.

Meski kabar PHK sudah terdengar, Disnaker menegaskan bahwa hingga detik ini belum ada satu pun karyawan yang dirumahkan. Namun, manajemen perusahaan memang sudah menyusun jadwal efisiensi besar-besaran.

Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil komunikasi antara Disnaker dan manajemen PT SGS, berikut adalah poin-poin krusialnya.

Pengurangan tenaga kerja dijadwalkan baru akan dilakukan pada 31 Maret 2026,

Dari total 2.200 karyawan, sebanyak 237 orang masuk dalam daftar pengurangan.

Alsan utama, Perusahaan didera kerugian finansial yang sangat berat selama tiga tahun berturut-turut.

“Kondisinya cukup berat. Pada 2023 rugi Rp700 miliar, melonjak jadi Rp1,1 triliun di 2024, dan masih merugi Rp500 miliar pada 2025. Situasi geopolitik global menjadi faktor utama goyahnya stabilitas industri ini,” ungkap Aswin, Kabid Hubungan Industrial Disnaker Jombang, Rabu (11/3).

Meski dibayangi rencana pengurangan, Disnaker membawa angin segar terkait hak-hak finansial para pekerja. Manajemen PT SGS berkomitmen untuk tidak memotong gaji sepeser pun selama masa transisi ini.

Kabar yang paling ditunggu, yakni Tunjangan Hari Raya (THR), dipastikan akan dibayarkan secara penuh kepada seluruh karyawan, termasuk mereka yang nantinya terdampak kebijakan efisiensi pada akhir Maret mendatang.

Pemerintah Kabupaten Jombang tidak tinggal diam melihat ancaman pengangguran ini. Pada Kamis (12/3), Pemkab dijadwalkan menggelar rapat darurat lintas OPD yang melibatkan. Disnaker (Urusan ketenagakerjaan), Dinas Perdagangan (Stabilitas industri), Dinas Koperasi (Solusi pemberdayaan ekonomi).

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan jaring pengaman sosial dan mencari solusi konkret bagi para pekerja agar tidak terpuruk pasca-pengurangan.

“Kami meminta semua pihak tetap tenang. Pemerintah hadir untuk memastikan hak pekerja terpenuhi dan mencari jalan keluar terbaik,” pungkas Aswin.

Reporter: Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *