Kasus Pembunuhan Guru Madrasah Belum Ada Titik Terang

  • Bagikan
IMG-20230104-WA0002_copy_640x480

ket foto; Istimewa sumber duta.co

Sampang – Madura.mmcnews.id – Kasus pembunuhan yang menimpa guru Madrasah Tsanawiyah (MTS), yang diketahui bernama Henik Tri Handajani (51) asal Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, hingga kini belum ada titik terang para tersangka nya.

Dikutip dari Duta.co, sejak kejadian pembunuhan pada 16 November 2022 silam, Satuan Resort Kriminal (Reskrim) Polres Sampang, hingga saat ini belum juga ada titik terang terduga para tersangka nya. Mengingat, kejadian pembunuhan tersebut di waktu siang hari dan di rumah korban.
Sehingga terkesan lamban, tidak mampu dan tidak serius menangani kasus tersebut.
Anehnya, setelah hampir 2 bulan kejadian,

Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Sukaca mengaku, selama ini kasus tersebut ditangani langsung boleh Polsek Kecamatan Banyuates, serta saat ini di bantu Jajaran Polisi Daerah (Polda) Jawa Timur, tuturnya Selasa (03/01/2023).

Menurut Sukaca, Kasus pembunuhan tersebut di bantu Polda Jatim, setelah pihaknya berkoordinasi meminta bantuan.

Di sisi lain, saat ini proses penyelidikan terus berjalan, guna mengungkap pelaku yang kini masih berkeliaran.

Bukti kesan tidak serius Satreskrim Polres Sampang, diakui Sukaca bahwa selama ini pihaknya mengaku sebatas membantu, namun yang menangani langsung proses penyelidikan nya adalah Polsek Kecamatan Banyuates.

Ditambahkan Sukaca, hingga saat ini sudah ada 18 sampai 20 orang yang terdiri dari keluarga dan warga setempat, selesai diperiksa sebagai saksi, namun belum juga ada tanda-tanda dugaan kuat tersangka.

Namun dari hasil pemeriksaan saksi sudah mengarah pada identitas pelaku, hanya saja mengambang, karena pihaknya masih belum cukup bukti, antaranya alat yang digunakan pelaku.

“Selain privasi, saat ini kami juga masih mengumpulkan alat pendukung untuk memastikan pelaku,” pungkasnya.

Mengingatkan, Jenazah korban pertama kali diketahui oleh warga setempat, karena kaca rumah pecah. Dimana rumah kontrakan korban berada di Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Sampang.

Warga yang penasaran kemudian mengecek rumah dan mendapati korban tergeletak di atas kasur dengan bersimbah darah di lehernya. Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Banyuates, Kabupaten Sampang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan