Diduga Proyek Siluman, Baru Beberapa bulan Sudah Ambruk

  • Bagikan
TimePhoto_20221220_103833_copy_1305x979

ket foto; proyek yang hancur dilokasi

Bangkalan – Madura.MMCNews.id – Proyek tembok penahan tanah yang diduga siluman baru beberapa bulan sudah ambruk. Hal itu diduga disebabkan gagal rekonstruksi serta tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Proyek yang berada di dusun konang timur desa / kec konang kab bangkalan itu dibangun beberapa bulan mengalami ambruk dua kali.

Hal itu disampaikan oleh Abd Karim warga yang rumahnya berjarak kurang lebih 20 M dari lokasi, ia menjelaskan proyek itu menggunakan semen “singa merah” ia tidak memgetahui berapa anggarannya serta dari mana, yang pasti proyek itu bukan bersumber dari dana desa.

” dua bulanan yang rusak ini, yang kerja orang ombul, komes, saya nggak kenal pak cuman saya kenal sama yang namanya moyes yang jaga.” jelas nya selasa (20/12/22) ditemui di lokasi.

Bangunan yang dibangun dua kali itu ia tidak mengetahui penyebabnya namun dirinya senang kalau proyek itu kokoh dan tidak rusak, menurutnya proyek penahan tanah itu bisa membuat jalan lebih lebar dan bisa dilewati oleh mobil.

” senang pak andaikan proyek itu tidak ambruk. Itu rumah saya pak, jalan ini jalan menuju konang ” ungkapnya

Hal itu di benarkan oleh edi salah satu pemuda yang ditemui di bali desa konang, proyek yang dikerjakan itu dua kali ambruk bangunan itu terbilang baru.
” ia pak diperbaiki dua kali, pertama bangun beberapa bulan ambruk, lalu diperbaiki lagi dan sekarang ini ambruk lagi”. ucapnya singkat.

Mengetahui hal itu Rohim selaku koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA wilayah jawa timur meminta kepada inspektorat kab. Bangkalan untuk melakukan inspeksi kelokasi, menurutnya ada kejanggalan dalam pembangunan itu yang ia menduga gagal rekonstruksi serta menduga tidak sesuai spesifikasi.

” saya minta kepada inspektorat untuk inspeksi dan melakukan audit. Kalau ada indikasi korupsi yang sengaja mengurangi spek dan tidak sesuai RAB tolong ditindak sesuai Hukum yang berlaku.” ucapnya penuh harap.

Ia menilai kerusakan yang tidak wajar itu merupakan bentuk kesengajaan pelaksana proyek untuk memperkaya diri serta diduga tidak mengutamakan kualitas bangunan.

” saya rasa ini ada unsur kesengajaan dan tidak memgutamakan kualitas. Jadi perlu pihak terkait untuk menyikapinya Bisa jadi Kedatangan KPK ke bangkalan sudah tepat kalau melihat dari proyek yang dilaksanakan oleh oknum tak bertanggung jawab seperti ini. Dalam dekat ini saya akan ber koordinasi dengan ketua trinusa jatim terkait maslaah ini”. pungkasnya.

Perlu diketahui publik, Saat berita ini di naikkan awak media belum menkonfirmasi kepada pihak pelaksana.
Bersambung…

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan