Pekan muharram Sukses Digelar. KH. Zulfa Mustofa “jangan Gara – gara Pileg Persaudaraan Bercerai Berai”

  • Bagikan
IMG_20220827_102530_0_copy_768x432

(Foto: KH. Zulfa Mustofa Kiri sa’at Memberikan Cendramata Ke KH. Kholili )

Sampang – MMCMadura – Sukses digelar pekan muharram yang dilaksanakan Majlis wakil cabang (MWC) Nahdlatul ulama’ (NU) Sreseh bertempat Kantor NU Rasa PW di dusun karang anyar Desa Labuhan Kec. Sreseh kab. Sampang Madura Jawa Timur sabtu (27/08/22).

Acara yang bertema ” Berharakah menggapai Berkah Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama” itu dihadiri wakil ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH, Zulfa Mustofa, Rois syuriah PCNU Kab. Sampang, KH syafiuudin abd wahid beserta jajaran, KH, Kholili Mas’ud, ketua Tanfidiyah KH. Itkon Busiri beserta jajaran, pimpinan cabang mislimat NU Kab Sampang Ny Hj Nur Kautsar Muhtarom, Pengurus ranting NU se kecamatan sreseh, pimpinan badan otonom, forkopimcam kec. Sreseh, Kades se kecamatan sreseh, para muharrik, nahdiyin serta nahdiyat.

Dalam kesempatan itu Wakil ketua PBNU, KH, zulfa Mustofa dalam pidato kebangsaannya menyampaikan, ia merasa bangga terhadap orang madura, menurutnya orang madura begitu lahir sudah menyatakan NU. apalagi pengaruhnya sosok seorang ulama besar yang berasal dari madura tepatnya kab. Bangkalan yaitu syaikona Kholil. yang merupakan guru dari seluruh ulama yang ada di pulau jawa madura.

Lebih lanjut ia merasa bangga terhadap orang madura. Karena ke NU an nya orang madura tidak diragukan,
“Saya bangga terhadap orang madura saya keliling dunia pasti ada orang madura. luar biasa nya pasti menjadi pengurus masjid, pengurus nu, Fanatik nya sama nu luar biasa.” lanjutnya.

Ia menambahkan, NU merupakan organisasi jangka panjang yaitu membangun peradaman manusia yang ber aklakul karima.
Membangun peradaban dunia, ditunjukkan dengan lambangnya dunia yang ada pada lambang NU.

NU paling konsisten cinta terhadap agama, bangsa dan Negara. Menurutnya NU lah yang mendirikan negara indonesia. Imbuh dia.

Diahir pidatonya, ia mengingatkan agar warga NU harus faham politik. Memperbolehkan warga NU untuk memilih partai yang disukai.

“Jangan jadikan NU sebuah kendaraan politik, karena NU lebih besar dari partai. Jangan gara gara pileg, pilkada, pilpres. persaudaraan kita bercerai berai, jangan memusuhi yang bukan NU.” pesan nya.

Perlu diketahui, dibalik kesuksesan acara pekan muharram 1444 M yang dilaksanakan MWC NU Sreseh itu, ada BANSER yang menjaga keamanan, sebagai mana dikatakan M. Mahmud selaku Kasat koryon Sreseh, pihaknya mengerahkan tiga puluh lima personel dalam menertibkan jalannya acara, ia bersama anggotanya mendapatkan amanah untuk menjaga warga yang hadir terutamanya kiyai. Katanya Singkat.

Selain itu para pendekar dari perguruan pencak silat pagar nusa terlihat juga mensterilkan seorang kiyai. Memastikan keselamatan kiyai sampai ke panggung penjagaan ketat hingga tak ada warga yang bisa menyentuhnya apalagi bersalaman, pihaknya mengerahkan 30 pendekar pada kesempatan itu, hal itu dikatan dayat sapa’an nya yang merupakan ketua PAC Sreseh serta Wakil ketua PC kab. Sampang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan